Month: August 2015

29 August, 2015

Salurkan Kredit Modal Pelaku UKM, Ahok Resmikan PT Jamkrida DKI

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Jakarta. Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap kehadiran PT Jamkrida DKI dapat membantu bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapat modal.

“Harapan saya besar untuk PT Jamkrida ini. Pelaku UMKM di Jakarta ini kan banyak jumlahnya, tapi tidak semuanya bisa mendapat akses kredit,” kata Basuki, di Balai Agung, Balai Kota, Jumat (28/8/2015).

Bahkan, lanjut dia, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) tidak bisa menyalurkan bantuan modal sebesar Rp 400 miliar kepada pelaku UKM. Sebab, DKI tidak memiliki jaminan atau dasar hukum untuk menyalurkan kredit tersebut.

“Kami bisa kasih kredit Rp 5 juta untuk satu pedagang, asal ada jaminannya. Kalau enggak ada jaminan, saya enggak berani, bisa dipenjara. Sekarang sudah ada PT Jamkrida DKI, jadi kami bisa jalankan programnya,” kata Basuki.

PT Jamkrida DKI dibentuk berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pendirian Badan Usaha Milik Daerah Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah, yang dituangkan dalam anggaran dasar Nomor 9 Tahun 2014 serta dikeluarkannya izin kegiatan usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEP-62/D.05/2015.

Adapun kepemilikan terbesar PT Jamkrida DKI dikuasai oleh Pemprov DKI dengan kepemilikan saham mencapai 95 persen. Sementara itu, sisa saham sebesar 5 persen dimiliki oleh PD Pasar Jaya.

Jumlah modal yang disetor PT Jamkrida DKI saat awal operasional mencapai Rp 100 miliar. Modal dasarnya mencapai Rp 400 miliar.

Seperti diketahui, sejak 2013 OJK telah menetapkan izin pembentukan 10 Jamkrida di seluruh Indonesia. Saat ini ada 10 Jamkrida antara lain, PT Jamkrida Jatim, PT Jamkrida Bali Mandara, PT Jamkrida Riau, PT Jamkrida NTB Bersaing, PT Jamkrida Jabar dan PT Jamkrida Sumbar.

Juga, PT Jamkrida Kalsel, Jamkrida Sumsel, Jamkrida Kalteng dan Jamkrida Babel. Sekarang ditambah lagi dengan PT Jamkrida DKI Jakarta, sehingga total ada 11 Jamkrida dari 11 Provinsi.

28 August, 2015

Hari Ini, Pemprov DKI Resmikan PT Jamkrida Jakarta

Jakarta – Untuk membantu pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jakarta serta memperluas akses kredit bagi para pelaku UMKM, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membentuk PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Jakarta.

Peresmian PT Jamkrida di Jakarta akan dilakukan hari ini, Jumat (28/8) di Balai Kota DKI, pada pukul 10.00 nanti.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Irwandi mengatakan pembentukan PT Jamkrida Jakarta ini untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan permodalan.

iasanya, pelaku UMKM sering kali sulit mendapatan pinjaman permodalan dari perbankan.
“Hari ini, kami akan resmikan PT Jamkrida Jakarta. Perusahaan ini adalah penjamin kredit daerah. Jadi nanti Bank DKI kasih pinjaman kepada pelaku UMKM, nah yang jamin ini Jamkrida,” kata Irwandi, Jumat (28/8).

Dia optimistis kehadiran PT Jamkrida Jakarta akan membantu pengembangan sektor UMKM di Ibu Kota. Hal ini karena bunga yang diberikan cukup rendah, antara enam sampai sembilan persen.

Tidak hanya itu, bila nanti dalam APBD DKI mengalami Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA), maka SiLPA itu bisa dimasukkan ke Jamkrida dan Bank DKI. Nantinya, dana SiLPA itu bisa digunakan membantu permodalan masyarakat Jakarta yang ingin memulai usahanya atau menambah modal usahanya.

“Pak Wagub bilang, kita optimistis di masa krisis ini. Sebab UMKM selalu bergerak dan bertumbuh di masa-masa krisis finansial. Itu sudah terbukti hingga sekarang,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengharapkan para pelaku UMKM tidak perlu sulit lagi mencari pinjaman modal untuk mengembangkan usahanya.

Tidak perlu ada lagi syarat-syarat yang menyulitkan sehingga mereka tidak bisa meminjam modal. Karena sekarang sudah ada perusahaan penjamin kredit daerah yang akan membantu mereka mendapatkan pinjaman modal.

“Para pelaku UMKM ini mempunyai daya tahan yang luar biasa menghadapi berbagai macam tekanan. Hanya mereka perlu untuk dilindungi dan dikembangkan. Kadang-kadang kalau pinjam bank itu susah, karena dia enggak punya sertifikat dan BPKP mobil, hanya punya usaha saja,” kata Djarot.

Seperti diketahui, sejak 2013 OJK telah menetapkan izin pembentukan 10 Jamkrida di seluruh Indonesia. Saat ini ada 10 Jamkrida antara lain, PT Jamkrida Jatim, PT Jamkrida Bali Mandara, PT Jamkrida Riau, PT Jamkrida NTB Bersaing, PT Jamkrida Jabar dan PT Jamkrida Sumbar. Juga, PT Jamkrida Kalsel, Jamkrida Sumsel, Jamkrida Kalteng dan Jamkrida Babel. Sekarang ditambah lagi dengan PT Jamkrida DKI Jakarta, sehingga total ada 11 Jamkrida dari 11 Provinsi.

26 August, 2015

Lusa, Pemprov DKI Resmikan PT Jamkrida Jakarta

Jakarta, Berita Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meresmikan sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang bergerak di bidang penjaminan kredit, PT Jamkrida, Jumat (26/8) lusa di Balai Kota.

” Tujuannya untuk mempermudah akses bagi para Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi dalam memperoleh pembiayaan kredit dari perbankan”

BUMD yang akan diresmikan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini, dibentuk untuk mempermudah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dan koperasi dalam memperoleh pembiayaan kredit dari perbankan.

“Selama ini para pelaku UKM dan koperasi  kesulitan mengembangkan usahanya. Mereka kerap kesulitan mengajukan permohonan pembiayaan kredit dari perbankan, karena tidak memiliki agunan atau jaminan,” kata  Chusnul Ma’Arif‎, Direktur Utama (Dirut) PT Jamkrida Jakarta di Balaikota, Rabu (26/8).

Atas persoalan tersebut, kata Chusnul, PT Jamkrida Jakarta‎ sebagai salah satu BUMD DKI diberi tugas untuk membantu  kekurangan agunan UKM dan koperasi yang dianggap tidak memenuhi kelayakan usaha secara tekhnis.

“Jamkrida yang akan membackup kekurangan agunan sehingga perbankan, dalam hal ini Bank DKI yakin bahwa UKM dan koperasi layak untuk diberikan kredit,” lanjutnya.

Ia berharap, dengan adanya bantuan ‎penjaminan pembiayaan kredit dari BUMD yang dikelolanya ini, UKM dan koperasi di DKI dapat mengembangkan usahanya. Pertumbuhan bisnis dan omzet pelaku UKM dan koperasi juga diharapkan bisa meningkat dari yang semula Rp20 juta menjadi Rp30 juta dan seterusnya.

‎”Agunan koperasi dan UKM yang tidak bankable, kita kover 75 persen dari plafon kredit pihak perbankan Bank DKI,” terangnya.

Chusnul menjelaskan, ‎‎pelaku UKM dan koperasi yang ingin mendapatkan penjaminan pembiayaan kredit daerah dari PT Jamkrida hanya diminta satu persyaratan yakni harus memiliki kelayakan usaha. Sementara pengajuan jaminan pembiayaan kredit daerah tetap dilakukan melalui Bank DKI.

“Mekanismenya, UKM dan koperasi ‎‎tetap harus datang ke Bank DKI. Nanti Bank DKI yang minta penjaminan ke Jamkrida setelah mengumpulkan koperasi dan UKM,” tandasnya.

26 August, 2015

Perkokoh UMKM Melalui Jamkrida

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yakni PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Jakarta. Badan Usaha ini dibentuk untuk membantu pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jakarta melalui perluasan akses kredit bagi para pelaku UMKM di Jakarta.

“Saya harap, PT Jamkrida Jakarta ini bisa memperlancar UMKM. Pelaku UMKM di Jakarta ini kan banyak jumlahnya, tapi tidak semuanya bisa mendapat akses kredit. Kami bisa kasih kredit 5 juta rupiah untuk satu pedagang asal ada jaminannya,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meresmikan PT Jamkrida Jakarta, Jum’at (28/8) di Balai Kota Jakarta Pusat.

Menurut Ahok, jajaran direksi PT Jamkrida Jakarta harus dipimpin dari kalangan professional sehingga menjatuhkan pilihan kepada Chusnul Maarif yang pernah memimpin Jamkrida di Jawa Timur. Namun, Ahok pun mengingatkan, jika Chusnul tidak bisa bekerja bagus, maka dia siap memecatnya.

“Kami rekrut beliau katanya bagus dari Jawa Timur. Kita terima saja. Kalau nggak bagus, gampang. Kita ada tiga prinsip, yang pertama pecat, kedua pecat dan ketiga pecat,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Jakarta, Chusnul Maarif, mengaku telah melakukan sosialisasi mengenai Jamkrida baik ke pihak perbankan maupun UMKM. Dengan begitu, melalui Jamkrida itu, para UMKM di Jakarta mempunyai akses yang mudah ke perbankan.

“Kami melakukan sosialisasi mengenai Jamkrida baik bekerja sama dengan bank DKI dan dinas KUMKM, sehingga UMKM bisa memperoleh akses ke perbankan,” katanya.

Chusnul mengatakan, perseroan bibentuk atas dasar Perda DKI No.13/ 2013 tentang pendirian badan usaha milik daerah perseroan terbatas penjaminan kredit daerah Jakarta. Pendirian BUMD ini didasarkan juga dengan akta pendirian No.9/ 2014 tentang akta pendirian perseroan terbatas penjaminan kredit daerah Jakarta (Jamkrida Jakarta)

Demikian pula, pendirian perusahaan dikukuhkan dalam Keputusan MenkumHAM No.AHU-34446.40.10.2014 tentang pengesahan badan hukum perseroan terbatas penjaminan kredit daerah Jakarta serta otoritas jasa keuangan nomor KEP-62/D.05/2015 tentang izin usaha.

“Secara resmi beroperasi mulai 28 Agustus ini, dimana kepemilikan saham mayoritas sekaligus pemegang kendali adalah Pemprov DKI Jakarta sebesar 95 persen dan 5 persen sisanya diperoleh dari PD Pasar Jaya. Saat ini, modal dasar sebesar 400 miliar rupiah dan modal disetor sebesar 100 miliar. Dengan modal setor 100 miliar rupiah ini, Jamkrida Jakarta dapat menjamin kredit atau pembiayaan maksimal satu triliun rupiah untuk bisnis UMKM produktif,” tuturnya.

Modal Usaha
Chusnul menjelaskan, dengan kredit mencapai 1 triliun rupiah itu, perseroan bisa membantu UMKM di Jakarta sebanyak 200 ribu UMKM, jika masing-masing UMKM ini diberi kucuran sebesar 5 juta rupiah. Kredit ini, katanya, bisa digunakan UMKM untuk tambahan modal atau memperbaiki gerobak.

“Dengan satu triliun rupiah itu, kami bisa menjamin kredit atau pembiayaan pada UMKM produktif. Modal ini bisa digunakan untuk membuat atau memperbaiki gerobak dengan pinjaman sebesar 5 juta rupiah. Jika masing-masing 5 juta rupiah, maka sedikitnya ada 200 ribu UMKM akan menerima bantuan kredit itu,” katanya.

Scroll to top