Month: July 2017

17 July, 2017

Jamkrida Jakarta Menyelenggarakan Talk Show di Jakarta Fair 2017

Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berkonsentrasi pada usaha penjaminan kredit bagi Koperasi dan UMKM, yaitu Jamkrida Jakarta melangsungkan kegiatan Talk Show sebagai bentuk partisipasi dan dukungannya dalam rangkaian acara Jakarta Fair atau yang lebih akrab dikenal dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2017.

Sonny Setiawan, Manajer Pemasaran dan Penjaminan PT Jamkrida Jakarta

Dalam Talk Show edisi kali ini, Jamkrida Jakarta menyajikan tema tentang Strategi Mengembangkan Koperasi dan UMKM di Provinsi DKI Jakarta bersama narasumber Sonny Setiawan dari Jamkrida Jakarta, Irwandi, SH., MM., MH selaku Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Jakarta serta Ambawani dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Talk Show tersebut dimoderatori oleh Dr. Minto Yuwono, SE., MBA.

Peserta Talk Show datang dari para stakeholder UMKM yang berada di bawah naungan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan. Sekitar 20 pelaku UMKM yang hadir memadati Anjungan Pemprov DKI dan terlihat sangat antusias mendengarkan materi yang dipaparkan oleh narasumber.

Pertanyaan dari Pelaku UMKM

Beragam pertanyaan pun muncul ketika sesi mulai memasuki tanya-jawab. Mulai dari mempertanyakan regulasi kepada Perwakilan BI dan Dinas Koperasi, UMKM & Perdagangan hingga bertanya tentang model prosedur bisnis PT Jamkrida Jakarta dalam menjamin UMKM. Para penanya pun cukup terpuaskan dengan jawaban yang dipaparkan oleh narasumber. Atas partisipasinya tersebut, peserta yang bertanya mendapatkan goodie bag menarik dari Jamkrida Jakarta.

Acara ditutup dengan pemaparan simpulan materi oleh moderator dan masukan dari para narasumber untuk perkembangan UMKM yang berada di DKI Jakarta. Pembagian penghargaan secara simbolis pun dilakukan sebelum para narasumber meninggalkan panggung utama.

Pemenang pertama Jamkrida Jakarta Photo Challenge

Rangkaian acara Jamkrida Jakarta dilanjutkan dengan pambagian hadiah untuk kegiatan Jamkrida Jakarta Photo Challenge yang diselenggarakan juga untuk memeriahkan rangkaian akbar Jakarta Fair 2017. Kegiatan yang diikuti oleh banyak peserta ini berhasil dimenangkan oleh Bella Widuri sebagai juara pertama, Dedek Darmadi sebagai juara kedua, dan Rizki Akbar sebagai juara ketiga. Mereka berhak untuk mendapatkan hadiah total Rp 3.5 Juta dari Jamkrida Jakarta.

Akhirnya, pada pukul 19.30 WIB di Hall C-1, Anjungan Pemprov DKI Jakarta, rangkaian akbar acara Jakarta Fair 2017 yang telah berjalan selama kurang lebih 39 hari non-stop ditutup secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Jamkrida Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta.

Sukses selalu Pemprov DKI Jakarta. PT Jamkrida Jakarta akan selalu mendukung acara tersebut.

11 July, 2017

Kinerja Industri Olahan Kopi Meningkat Signifikan

Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar dunia setelah Brazil, dan Vietnam, kinerja industri olahan kopi nasional kian meningkat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, dengan didorong pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, kinerja industri kopi dalam negeri mengalami peningkatan signifikan.

Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan dalam negeri meningkat rata-rata 7 persen per tahun, ekspor produk kopi olahan pada 2014 mencapai 322,6 juta dollar AS, meningkat 10,6 persen menjadi 356,79 juta dollar AS pada 2016.

Menperin menjelaskan, ekpor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat.

“Dengan negara tujuan ekspor mulai dari Mesir, Taiwan, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura,” ujar Menperin usai acara Halal Bihalal di Ruang Garuda Kemenperin, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Sementara itu, dalam rangka mendorong kinerja industri kopi dalam negeri, pemerintah memberikan fasilitas berupa pajak penghasilan untuk investasi baru industri pengolahan kopi di beberapa daerah luar Jawa.

Kemudian, harmonisasi tarif bea masuk produk kopi olahan seperti kopi sangrai, kopi bubuk, kopi instant, kopi mix, dari 5 persen menjadi 20 persen.

“Harmonisasi tarif ini dimaksudkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusid bagi industri pengolahan kopi di dalam negeri,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Menperin, pemerintah juga menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) kopi instant yang berlaku efektif pada 17 Januari 2016.

Sudarto, Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kemenperin, mengatakan, pihaknya tengah melakukan upaya penguatan pada Industri Kecil Mengengah (IKM) pengolahan kopi berupa pemberian alat pengolahan kopi dan pelatihan.

“Bantuan dan pelatihan bagi sumber daya manusia untuk menumbuhkan industri pengolahan kopi yang baik dan memenuhi syarat nasional dan standar internasional. Berdasarkan usulan 2017, nilainya satu sentra kopi antara Rp 300 juta sampai Rp 350 juta,” ungkapnya.

Menurutnya, jika melihat konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata yang baru mencapai 1,2 kilogram per kapita per tahun, membuat industri pengolahan kopi masih memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan.

Salah satunya dengan memasukan industri pengolahan kopi ke dalam industri prioritas dalam rencana Induk Pembangunan Industri Nasional tahun 2015-2035.

Adapun konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata baru mencapai 1,2 kilogram per kapita per tahun.

Angka tersebut jauh dibawah negara – negara pengimpor kopi internasional seperti Amerika Serikat 4,3 kilogram, Jepang 3,4 kilogram, Austria 7,6 kilogram, Belgia 8,0 kilogram, Norwegia 10,6 kilogram, dan Finlandia 11,4 kilogram per kapita per tahun.

 

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/07/10/155251026/kinerja.industri.olahan.kopi.meningkat.signifikan

11 July, 2017

Mempersiapkan Dana Darurat Untuk Atasi Masalah Keuangan

Dana darurat merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan, sebab kehidupan tidak bisa ditebak jika keadaaan sedang menurun dan kebutuhan meningkat maka pos dana darurat ini dapat diandalkan. Berikut adalah cara mempersiapkan Dana Darurat:

  1. Tabung Dulu, Tidak Usah Melewati Banyak Perenungan

Trik pertama untuk bisa mengumpulkan dana darurat adalah dengan menabung dulu, jangan sampai menunggu dan melihat seberapa banyak uang yang tersisa di akhir bulan. Prinsip ‘Bayar untuk Anda dulu’ perlu diterapkan di sini karena jika kondisi finansial aman, Anda bisa lebih merasa tenang untuk mengatasi berbagai masalah keuangan.

Lalu, bagaimana caranya? Di awal bulan, atau saat Anda mendapat gaji, sisihkanlah sejumlah uang sebagai dana darurat sebelum Anda mengalokasikan untuk yang lain. Sekali uang ini aman di tabungan, Anda tidak akan tergoda lagi untuk menghabiskan untuk hal lain yang masuk dalam kategori tersier.

  1. Lakukan Setting Otomatis

Untuk melatih kedisiplinan terapkanlah dana darurat sebagai ‘utang’ yang harus dicicil setiap bulan. Agar mencapai target dan memudahkan Anda, cobalah untuk memilih tabungan berjangka yang biasanya di debit dari rekening tabungan secara otomatis setiap bulannya.

  1. Pangkas Anggaran yang Tak Perlu

Agar dana darurat cepat terkumpul, mulailah mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu mendesak. Terkadang pengeluaran jenis ini yang menjerumuskan kita untuk lebih konsumtif. Bila Anda ingin cara yang lebih ekstrim, Anda bisa menimbang-nimbang anggaran yang tidak perlu dan jika bisa dipangkas, Anda pun bisa melakukannya sebanyak mungkin. Misalnya, jika Anda biasa dinner di luar sebulan hingga 4–6 x, coba bayangkan jika Anda menguranginya dengan cara memasak sendiri di rumah? Atau jika Anda jadi member gym di pusat kebugaran namun jarang pergi ke sana, bukankah Anda juga bisa menghematnya? Dan tentu Anda masih bisa berolahraga di luar tanpa perlu peralatan yang tersedia di pusat kebugaran. Dari anggaran yang Anda pangkas, Anda bisa bayangkan berapa uang yang bisa Anda hemat dan bisa segera dimasukan dalam akun dana darurat, bukan?

Menyimpan dana darurat ini sebaiknya berlapis tidak hanya disimpan dalam bentuk tabungan. Jika hanya di tabungan akan berbahaya sebab Anda akan mudah tergoda untuk menggunakannya.

Jadi selain disimpan di tabungan, Anda juga bisa mengalokasikan dana darurat pada produk-produk keuangan yang mudah diambil, aman dan tidak bersifat spekulatif. Contohnya seperti produk deposito, reksadana pasar uang, reksadana campuran, dan emas/logam mulia.

 

Sumber: https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3553109/mempersiapkan-dana-darurat-untuk-atasi-masalah-keuangan

Scroll to top