Month: August 2017

14 August, 2017

Jamkrida Jakarta Targetkan Bantu 18.568 UKM di 2017

PT Penjaminan Kredit Daerah (PT Jamkrida) Jakarta menargetkan bisa membantu sebanyak 18.568 usaha kecil dan menengah (UKM) yang memerlukan pinjaman namun tidak memiliki agunan.

“Kami berkomitmen untuk membantu UKM di Jakarta agar bisa mengembangkan usahanya”

Direktur Utama PT Jamkrida Jakarta, Chusnul Maarif mengatakan, bagi UKM yang membutuhkan permodalan bisa mengajukan pinjaman ke Bank DKI. Nantinya, jika sudah diverifikasi dan dinilai layak, Bank DKI akan memberikan pinjaman dengan bantuan agunan berupa Sertifikat Penjamin dari PT Jamkrida Jakarta.

“Kami berkomitmen untuk membantu UKM di Jakarta agar bisa mengembangkan usahanya,” ujar Chusnul, Selasa (8/8).

Ia merinci, di tahun 2015 jumlah UKM yang dibantu berjumlah 138 dengan serapan tenaga kerja 138 orang. Kemudian, pada tahun 2016 sebanyak 7.010 UKM dengan serapan tenaga kerja 24.300 orang.

“Progresnya menggembirakan, di semester pertama tahun 2017 sudah menjadi 8.913 UKM dengan tenaga kerja terserap 14.456 orang,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2017 PT Jamkrida Jakarta menargetkan dapat membantu permodalan dan pengembangan usaha 18.568 UKM.

“Kami berharap RKAP 2017 dapat tercapai dengan serapan tenaga kerja sebanyak 74.780 orang,” tuturnya.

Sementara, Corporate Secretary PT Jamkrida Jakarta, Minto Yuwono menambahkan, PT Jamkrida Jakarta terbentuk pada 10 November 2014.

“Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini dibentuk dengan tujuan utama membantu UKM di DKI Jakarta,” ucapnya.

Menurutnya, PT Jamkrida Jakarta saat ini masih fokus menggarap sektor penjaminan kredit atau pembiayaan, serta penjaminan pengadaan barang dan jasa (surety bond).

“Saat ini, kontribusi penjaminan UKM melalui Bank DKI mencapai 89 persen dari keseluruhan penjaminan,” tandasnya.

 

Sumber: Berita Jakarta

14 August, 2017

Laba Jamkrida Jakarta Meningkat

Sejak didirikan pada 10 November 2014, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jamkrida Jakarta terus membukukan peningkatan laba bersih perusahaan.

“Dibandingkan tahun 2015 terjadi peningkatan signifikan pada 2016 seiring bertambahnya modal”

Corporate Secretary PT Jamkrida Jakarta, Minto Yuwono mengungkapkan, modal awal yang dimiliki perusahaan sebesar Rp 100 miliar. Pemprov DKI memiliki saham senilai Rp 95 miliar dan PD Pasar Jaya Rp 5 miliar.

“Tahun 2015, total nilai aset menjadi Rp 101.188.777.001. Deviden kita berikan kepada Pemprov DKI Rp 237,5 juta dan PD Pasar Jaya Rp 12,5 juta. Laba bersih perusahaan sebesar Rp 801.403.555,” ujar Minto, Rabu (9/8).

Dijelaskannya, untuk tahun 2016, nilai saham bertambah menjadi Rp 300 miliar, dengan komposisi sebesar Rp 295 miliar diberikan Pemprov DKI melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan Rp 5 miliar dari PD Pasar Jaya.

“Nilai aset di 2016 Rp 314.864.789.917 dan total deviden yang dibayarkan Rp 674.500.000. Laba perusahaan sebesar Rp. 2.027.304.321. Dibandingkan tahun 2015 terjadi peningkatan signifikan pada 2016 seiring bertambahnya modal,” katanya.

Ia menambahakan, sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), pada tahun ini nilai aset ditargetkan bisa mencapai Rp 323,96 miliar. Adapun total deviden yang dibayarkan Rp 1,029 miliar dengan laba bersih perusahaan Rp 2,84 miliar.

“Tahun depan kami akan menambah produk usaha lagi. Sehingga, keuntungan perusahaan bisa lebih optimal didapat,” tandasnya.

 

Sumber: Berita Jakarta

14 August, 2017

Jamkrida Jakarta Ingin Bangun Sinergi Dengan UMKM Rusun

PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jakarta ingin meningkatkan sinergi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) di rumah susun (rusun).

“Kalau penghasilan mereka meningkat, ini bisa meminimalisir ketidakmampuan mereka dalam membayar sewa rusun

Direktur Utama PT Jamkrida Jakarta, Chusnul Ma’arif mengatakan, untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan warga rusun bisa dilakukan dengan membina mereka berwirausaha.

“Kita tentu concern ingin membantu UKM di DKI, terlebih mereka yang tinggal di rusun,” ujar Chusnul, Jumat (11/8).

Menurutnya, baik Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP), Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama Bank DKI serta Jamkrida Jakarta bisa melakukan kerja sama yang lebih komprehensif dalam memberdayakan warga rusun.

“Kalau penghasilan mereka meningkat, ini bisa meminimalisir ketidakmampuan mereka dalam membayar sewa rusun,” terangnya.

Ia menambahkan, nantinya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diharapkan juga bisa menginisiasi adanya pameran, festival kuliner hingga pertunjukan seni dan budaya secara simultan di rusun.

“Kalau banyak orang datang di suatu acara, ini juga menjadi potensi pemasaran beragam produk UKM. Kalau UKM tumbuh, perekonomian bisa semakin baik,” tandasnya.

 

Sumber: Berita Jakarta

Scroll to top