15 November, 2017

Pemerintah Dorong Pembentukan 16 Penjaminan Kredit Daerah

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah bersama Kementerian Dalam Negeri dan Otoritas Jasa Keuangan mendorong pembentukan perusahaan penjaminan kredit daerah (jamkrida) di 16 provinsi.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan, kementeriannya telah melakukan koordinasi strategis dengan Kemendagri dan OJK guna membentuk 16 jamkrida, terutama di daerah yang belum memiliki jamkrida.

“Kami akan melakukan penguatan akses kelembagaan secara sistemik, termasuk membangkitkan komitmen para kepala daerah khususnya gubernur untuk segera mendirikan Jamkrida,” katanya, mengutip ANTARA, Selasa (19/9).

Adapun, ke-16 provinsi yang belum memiliki jamkrida, yakni Aceh, Kepri, Sumatra Utra, Lampung, Bengkulu, Jambi, DI Yogyakarta, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.

“Padahal, pembentukan Jamkrida merupakan social engineering yang nyata bagi UMKM agar memiliki akses ke lembaga perbankan terkait perkuatan permodalan,” imbuh Yuana.

Sampai saat ini, telah terbentuk 21 perusahaan jamkrida, dimana 18 di antaranya dimiliki Pemda, seperti Jatim, Bali, Riau, NTB, Jabar, Sumbar, Kalsel, Sumsel, Kalteng, Babel, Banten, NTT, Kaltim, Papua, Jateng, DKI Jakarta, Kalbar, dan Sulsel.

Secara nasional, total aset seluruh Jamkrida sebesar Rp16 triliun, dimana Rp14 triliun merupakan aset Perum Jamkrindo. Selebihnya, sebesar Rp2 triliun merupakan aset 18 Jamkrida dan didominasi oleh PT Jamkrida DKI Jakarta sebesar Rp316 miliar.

Hanya saja, lanjut Yuana, dengan jumlah aset itu, kinerja yang diukur dari jumlah kredit yang dijamin belum optimal. “Untuk itu, lembaga keuangan, khususnya perbankan diharapkan memanfaatkan potensi yang dimiliki PT Jamkrida untuk meningkatkan akses pembiayaan UMKM. Dengan begitu, target pemerintah terkait kredit berjaminan pada 2019 sejumlah 25 persen dapat tercapai,” tutur dia.

Menurut dia, penjaminan kredit di daerah merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses kredit yang berfungsi sebagai penambah keyakinan kreditur terhadap potensi risiko kredit.

“Dampak yang ditimbulkan dengan ada penjaminan kredit adalah peningkatan jumlah kredit yang disalurkan kreditur terhadap debitur khususnya KUMKM, yang diukur dari besaran Gearing Ratio,” terang Yuana.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto menargetkan, tahun ini semua provinsi sudah memiliki Jamkrida.

“Karena ini merupakan amanah Presiden RI yang tertuang dalam Nawacita, dimana negara harus hadir dalam pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Dengan Jamkrida, lanjutnya, ada manfaat besar yang bisa diambil UMKM di antaranya usaha mikro dan kecil untuk mendapatkan kredit tidak harus dengan jaminan atau agunan. Dengan demikian, mereka tidak lagi terjerat rentenir yang mencekik.

“Dengan hadirnya Jamkrida, dengan pinjaman kredit usaha sebesar maksimal Rp20 juta tidak lagi harus menyertakan agunan. Bayangkan saja, dengan modal pendirian Jamkrida sebesar Rp50 miliar, itu sama saja dengan alokasi kredit sebesar Rp250 miliar, lalu dibagi rata-rata kredit Rp5 juta saja, sudah berapa banyak UKM yang terbantu dan terjamin kreditnya,” kata Widodo.

Pelaksana Tugas Kepala Departemen Pengawas IKNB 2B OJK Bambang W Budiman mengungkapkan, modal minimum untuk mendirikan Jamkrida lingkup wilayah usaha nasional sebesar Rp100 miliar, provinsi Rp25 miliar, dan kabupaten/kota Rp10 miliar.

“Prosedurnya, setelah terbentuknya Perda Pendirian Jamkrida dan Perda Penyertaan Modal, maka direksi Jamkrida dapat mengajukan permohonan izin usaha ke OJK sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah dokumen perizinan dinilai memenuhi, dan Direksi-Komisaris telah dinyatakan lulus penilaian kemampuan dan kepatutan, maka OJK akan menerbitkan izin usaha kepada Jamkrida,” paparnya.

Namun, ia menambahkan, masih ada beberapa kendala bagi daerah untuk mendirikan Jamkrida, yaitu kurangnya kepedulian pemangku kepentingan terkait di daerah (Pemda dan DPRD), optimalisasi APBD belum optimal untuk memenuhi modal disetor dan keterbatasan SDM yang akan mengelola penjaminan.

“Selain itu, kepala daerah belum memiliki kesepahaman mengenai ketentuan tahapan pembentukan Jamkrida,” pungkas Bambang.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170919180952-78-242789/pemerintah-dorong-pembentukan-16-penjaminan-kredit-daerah/ 

14 November, 2017

Outstanding Penjaminan Kredit Meningkat

Industri penjaminan kredit masih mencatatkan pertumbuhan kinerja dari jumlah kredit yang dijamin. Dimana volume kredit yang dijamin pelaku bisnis ini masih mampu naik sampai dua digit.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai bulan September kemarin, jumlah outstanding kredit yang dijamin mencapai Rp 158,9 triliun. Angka tersebut naik 23,5% dari periode yang sama di tahun lalu yang sebanyak Rp 128,6 triliun.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Dian Askin Hatta menyebut sejumlah faktor masih menjadi pendorong pertumbuhan angka outstanding kredit yang dijamin. Salah satunya didorong oleh pelaku industri penjaminan yang makin aktif menggali potensi pasar.

Dus, ia menilai peranan dari industri penjaminan kredit makin dikenal. Di sisi lain, permintaan untuk produk penjaminan kredit pun semakin meningkat.

Dian menyebut kondisi bisnis di sektor UMKM juga masih bertumbuh secara positif. Diantaranya dari kebutuhan kredit pelaku usaha di segmen ini yang terus meningkat seiring perkembangan usaha.

“Segmen usaha UMKM memang masih menjadi fokus pasar dari para pelaku usaha penjaminan termasuk di daerah,” kata dia belum lama ini.

Peningkatan penetrasi dari pelaku usaha penjaminan kredit juga terlihat dari banyaknya jumlah terjamin. Per akhir kuartal ketiga kemarin, jumlah terjamin telah mencapai 7,8 juta orang. Meningkat dari periode yang sama di tahun lalu yang baru sebanyak 5,3 juta orang.

 

Sumber: http://keuangan.kontan.co.id/news/outstanding-penjaminan-kredit-rp-1589-triliun

8 November, 2017

Outstanding Penjaminan Kredit Capai Rp 158,9 Triliun

Industri penjaminan kredit masih mencatatkan pertumbuhan kinerja dari jumlah kredit yang dijamin. Dimana volume kredit yang dijamin pelaku bisnis ini masih mampu naik sampai dua digit.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai bulan September kemarin, jumlah outstanding kredit yang dijamin mencapai Rp 158,9 triliun. Angka tersebut naik 23,5% dari periode yang sama di tahun lalu yang sebanyak Rp 128,6 triliun.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Dian Askin Hatta menyebut sejumlah faktor masih menjadi pendorong pertumbuhan angka outstanding kredit yang dijamin. Salah satunya didorong oleh pelaku industri penjaminan yang makin aktif menggali potensi pasar.

ia menilai peranan dari industri penjaminan kredit makin dikenal. Di sisi lain, permintaan untuk produk penjaminan kredit pun semakin meningkat.

Dian menyebut kondisi bisnis di sektor UMKM juga masih bertumbuh secara positif. Diantaranya dari kebutuhan kredit pelaku usaha di segmen ini yang terus meningkat seiring perkembangan usaha.

“Segmen usaha UMKM memang masih menjadi fokus pasar dari para pelaku usaha penjaminan termasuk di daerah,” kata dia belum lama ini.

Peningkatan penetrasi dari pelaku usaha penjaminan kredit juga terlihat dari banyaknya jumlah terjamin. Per akhir kuartal ketiga kemarin, jumlah terjamin telah mencapai 7,8 juta orang. Meningkat dari periode yang sama di tahun lalu yang baru sebanyak 5,3 juta orang.

sumber: kontan

2 November, 2017

Mengapa UKM Harus Sadar Internet?

Kemajuan teknologi informasi wajib dimanfaatkan oleh semua orang, termasuk Anda yang sedang dalam proses membangun sebuah UKM. Salah satu aspek yang dapat Anda manfaatkan adalah internet. Seperti yang kita tahu, saat ini kemajuan teknologi membawa internet menjadi salah satu kebutuhan paling utama. Sebagai pengusaha UKM, ini saatnya Anda melebarkan pasar Anda. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Anda sebagai pengusaha UKM harus memahami pentingnya internet bagi kemajuan usaha Anda.

Kemudahan dalam penjualan

Melakukan penjualan melalui internet cenderung lebih mudah. Anda tidak perlu mengatur kapan waktunya buka toko atau repot mengatur gaji lembur untuk karyawan Anda. Selain itu, melakukan penawaran produk melalui internet dipandang sangat nyaman untuk para pelanggan. Mereka dapat “melihat-lihat” produk Anda melalui toko online Anda kapan pun dan di manapun, sekaligus memesannya ketika mereka sudah merasa nyaman dengan produk Anda.

Jangkauan pasar yang lebih luas

Internet membuat segala yang jauh menjadi lebih dekat, begitu juga dengan penjualan produk. Anda dapat menjual produk Anda ke manapun hingga ke pelosok negeri tanpa perlu membuka cabang sehingga target market Anda menjadi lebih luas. Bukan tidak mungkin Anda juga dapat membuka pintu ekspor produk Anda melalui jaringan distributor di negara-negara lain.

Hemat biaya

Menjual produk UKM melalui internet menghabiskan dana lebih sedikit daripada harus membuka toko cabang fisik. Anda tidak perlu membeli atau menyewa toko untuk menjual produk Anda. Toko online Anda juga tidak perlu membeli stok display untuk setiap toko Anda. Dengan demikian, Anda dapat menyesuaikan stok pesanan sesuai dengan permintaan sehingga pengeluaran kebutuhan setiap bulan dapat ditekan seminimal mungkin.

Personalisasi pasar

Dengan mengenal internet, Anda tak hanya dapat menjual produk Anda ke pasar yang lebih tepat, tetapi juga mengetahui tren pasar terkini. Pemantauan produk dapat Anda lakukan dengan melihat produk apa yang paling laku terjual, serta melihat riwayat pembelian seseorang. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui apa yang menjadi kesukaan pelanggan Anda serta mampu menciptakan strategi pemasaran berikutnya.

Hubungan dengan pelanggan yang lebih intens

Internet dapat membangun hubungan dengan pelanggan yang lebih intens. Pelanggan dapat bebas bertanya mengenai produk Anda tanpa perlu Anda awasi setiap saat. Ketika pelanggan telah membeli produk Anda, Anda dapat mengirimkan email follow-up yang berisi konfirmasi transaksi serta ucapan terima kasih kepada pelanggan. Dengan mengirimkan email kepada para pelanggan, maka akan tercipta hubungan yang lebih dekat dengan mereka. Para pelanggan yang merasa nyaman berbelanja di UKM Anda akan mengulangi pembelian serta memberikan review pelanggan yang bagus sehingga dapat membantu Anda membangun ketertarikan publik terhadap produk Anda.

Itulah beberapa alasan mengapa UKM harus sadar internet. Dengan memahami teknologi yang ada, diharapkan Anda mampu memanfaatkan hal tersebut untuk mengembangkan pasar serta mencari sumber pendapatan baru untuk UKM Anda.

 

Sumber: http://blog.modalku.co.id/2017/11/02/mengapa-ukm-harus-sadar-internet/

Scroll to top