26 August, 2015

Lusa, Pemprov DKI Resmikan PT Jamkrida Jakarta

Jakarta, Berita Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meresmikan sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang bergerak di bidang penjaminan kredit, PT Jamkrida, Jumat (26/8) lusa di Balai Kota.

” Tujuannya untuk mempermudah akses bagi para Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi dalam memperoleh pembiayaan kredit dari perbankan”

BUMD yang akan diresmikan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini, dibentuk untuk mempermudah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dan koperasi dalam memperoleh pembiayaan kredit dari perbankan.

“Selama ini para pelaku UKM dan koperasi  kesulitan mengembangkan usahanya. Mereka kerap kesulitan mengajukan permohonan pembiayaan kredit dari perbankan, karena tidak memiliki agunan atau jaminan,” kata  Chusnul Ma’Arif‎, Direktur Utama (Dirut) PT Jamkrida Jakarta di Balaikota, Rabu (26/8).

Atas persoalan tersebut, kata Chusnul, PT Jamkrida Jakarta‎ sebagai salah satu BUMD DKI diberi tugas untuk membantu  kekurangan agunan UKM dan koperasi yang dianggap tidak memenuhi kelayakan usaha secara tekhnis.

“Jamkrida yang akan membackup kekurangan agunan sehingga perbankan, dalam hal ini Bank DKI yakin bahwa UKM dan koperasi layak untuk diberikan kredit,” lanjutnya.

Ia berharap, dengan adanya bantuan ‎penjaminan pembiayaan kredit dari BUMD yang dikelolanya ini, UKM dan koperasi di DKI dapat mengembangkan usahanya. Pertumbuhan bisnis dan omzet pelaku UKM dan koperasi juga diharapkan bisa meningkat dari yang semula Rp20 juta menjadi Rp30 juta dan seterusnya.

‎”Agunan koperasi dan UKM yang tidak bankable, kita kover 75 persen dari plafon kredit pihak perbankan Bank DKI,” terangnya.

Chusnul menjelaskan, ‎‎pelaku UKM dan koperasi yang ingin mendapatkan penjaminan pembiayaan kredit daerah dari PT Jamkrida hanya diminta satu persyaratan yakni harus memiliki kelayakan usaha. Sementara pengajuan jaminan pembiayaan kredit daerah tetap dilakukan melalui Bank DKI.

“Mekanismenya, UKM dan koperasi ‎‎tetap harus datang ke Bank DKI. Nanti Bank DKI yang minta penjaminan ke Jamkrida setelah mengumpulkan koperasi dan UKM,” tandasnya.

26 August, 2015

Perkokoh UMKM Melalui Jamkrida

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yakni PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Jakarta. Badan Usaha ini dibentuk untuk membantu pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jakarta melalui perluasan akses kredit bagi para pelaku UMKM di Jakarta.

“Saya harap, PT Jamkrida Jakarta ini bisa memperlancar UMKM. Pelaku UMKM di Jakarta ini kan banyak jumlahnya, tapi tidak semuanya bisa mendapat akses kredit. Kami bisa kasih kredit 5 juta rupiah untuk satu pedagang asal ada jaminannya,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meresmikan PT Jamkrida Jakarta, Jum’at (28/8) di Balai Kota Jakarta Pusat.

Menurut Ahok, jajaran direksi PT Jamkrida Jakarta harus dipimpin dari kalangan professional sehingga menjatuhkan pilihan kepada Chusnul Maarif yang pernah memimpin Jamkrida di Jawa Timur. Namun, Ahok pun mengingatkan, jika Chusnul tidak bisa bekerja bagus, maka dia siap memecatnya.

“Kami rekrut beliau katanya bagus dari Jawa Timur. Kita terima saja. Kalau nggak bagus, gampang. Kita ada tiga prinsip, yang pertama pecat, kedua pecat dan ketiga pecat,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Jakarta, Chusnul Maarif, mengaku telah melakukan sosialisasi mengenai Jamkrida baik ke pihak perbankan maupun UMKM. Dengan begitu, melalui Jamkrida itu, para UMKM di Jakarta mempunyai akses yang mudah ke perbankan.

“Kami melakukan sosialisasi mengenai Jamkrida baik bekerja sama dengan bank DKI dan dinas KUMKM, sehingga UMKM bisa memperoleh akses ke perbankan,” katanya.

Chusnul mengatakan, perseroan bibentuk atas dasar Perda DKI No.13/ 2013 tentang pendirian badan usaha milik daerah perseroan terbatas penjaminan kredit daerah Jakarta. Pendirian BUMD ini didasarkan juga dengan akta pendirian No.9/ 2014 tentang akta pendirian perseroan terbatas penjaminan kredit daerah Jakarta (Jamkrida Jakarta)

Demikian pula, pendirian perusahaan dikukuhkan dalam Keputusan MenkumHAM No.AHU-34446.40.10.2014 tentang pengesahan badan hukum perseroan terbatas penjaminan kredit daerah Jakarta serta otoritas jasa keuangan nomor KEP-62/D.05/2015 tentang izin usaha.

“Secara resmi beroperasi mulai 28 Agustus ini, dimana kepemilikan saham mayoritas sekaligus pemegang kendali adalah Pemprov DKI Jakarta sebesar 95 persen dan 5 persen sisanya diperoleh dari PD Pasar Jaya. Saat ini, modal dasar sebesar 400 miliar rupiah dan modal disetor sebesar 100 miliar. Dengan modal setor 100 miliar rupiah ini, Jamkrida Jakarta dapat menjamin kredit atau pembiayaan maksimal satu triliun rupiah untuk bisnis UMKM produktif,” tuturnya.

Modal Usaha
Chusnul menjelaskan, dengan kredit mencapai 1 triliun rupiah itu, perseroan bisa membantu UMKM di Jakarta sebanyak 200 ribu UMKM, jika masing-masing UMKM ini diberi kucuran sebesar 5 juta rupiah. Kredit ini, katanya, bisa digunakan UMKM untuk tambahan modal atau memperbaiki gerobak.

“Dengan satu triliun rupiah itu, kami bisa menjamin kredit atau pembiayaan pada UMKM produktif. Modal ini bisa digunakan untuk membuat atau memperbaiki gerobak dengan pinjaman sebesar 5 juta rupiah. Jika masing-masing 5 juta rupiah, maka sedikitnya ada 200 ribu UMKM akan menerima bantuan kredit itu,” katanya.

18 June, 2014

UMKM di Jakbar Harus Tingkatkan Kualitas Produk

JAKARTA, Beritajakarta.com — Pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Jakarta Barat diminta meningkatkan kualitas produk dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat meningkatkan daya saing dalam menghadapi persaingan bebas pada 2015 mendatang.

“Pelaku UMKM harus meningkatkan nilai tambah produknya agar tidak kalah bersaing dengan produk dari luar. Intinya mereka harus lebih kreatif ”

“Pelaku UMKM harus meningkatkan nilai tambah produknya agar tidak kalah bersaing dengan produk dari luar. Intinya mereka harus lebih kreatif,” kata Slamet Widodo, Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat, Rabu (18/6).

Menurut Slamet, pelaku UMKM harus inovatif memoles produknya, karena persaingan dunia usaha sudah makin ketat. Apalagi produk impor dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Jika tidak mampu bersaing, bukan mustahil produk lokal akan ditinggalkan konsumennya.

 

“Sudin KUMKMP akan mempermudah promosi dan perizinan. Selain itu kita akan bekerjasama antar instansi, yaitu Sudin Industri dan Energi, Sudin Pertanian dan Peternakan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM, baik dari segi kemasan maupun nilai tambah lainya,” kata Slamet.

Di Jakarta Barat tercatat ada beberapa UMKM yang memiliki produk unggulan. Salah satunya UMKM binaan di Mangga Ubi, Kelurahan Kapuk Cengkareng Barat. UMKM tersebut memproduksi beraneka furnitur yang terbuat dari rotan.

Sedangkan produk unggulan lainya, seperti asesoris, makanan, garmen dan peralatan rumah tangga. Namun belum semuanya bisa di ekspor, karena masih terkendala sertifikasi ISO.

Diakui Slamet, selama ini untuk membuat produk menjadi barang jadi yang berkualitas belum terlalu maksimal. Sebab keterbatasan bahan baku yang ada di ibu kota. Sehingga para UKMM binaan membeli bahan baku diluar Jakarta.

“Kelemahan kita masalah bahan baku yang terbatas. Padahal SDM kita sudah mampu mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi,” pungkas Slamet.

Scroll to top